Terjadinya kebaikan di langit dan bumi disebabkan karena terwujudnya tauhid di alam semesta ini. Sebab tidaklah Allah -Azza Wa Jalla- menciptakan para makhluk melainkan agar mereka hanya menyembah kepada-Nya dan mentauhidkan-Nya. Akan tetapi Iblis telah bersumpah dihadapan Allah -Azza Wa Jalla- bahwa ia akan mengerahkan seluruh  bala tentaranya untuk menyesatkan manusia dan memalingkan mereka dari jalan Allah -Ta’ala- yang lurus. Allah -Azza Wa Jalla- berfirman akan hal itu,

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ (16) ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

“ Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (QS. Al-A’raf: 16-17)

Maka iblis berupaya sekuat tenaga untuk menghalangi manusia dari beribadah kepada Allah -Subhana wa Ta’ala- . Jika ia tidak mampu, maka Iblis berusaha agar manusia beribadah kepada Allah -Ta’ala- dan  beribadah pula kepada makhluk. Mereka menserikatkan Allah -Ta’ala- bersama makhluk-Nya ketika berdoa, bernadzar, menyembelih dan selainnya padahal amalan tersebut termasuk ibadah. Inilah hakekat dari kesyirikan, ketika ibadah yang seharusnya murni hanya untuk Allah -Ta’ala-  justru diberikan juga kepada makhluk yang penuh dengan kelemahan dan kekurangan.

Pembaca yang budiman, Allah -Azza Wa Jalla- tidak pernah ridho untuk dipersekutukan dengan sesuatupun dari makhluk-Nya. Walaupun mereka dari kalangan malaikat yang mulia ataukah para Nabi apalagi selain dari keduanya seperti para wali, orang-orang sholeh, para jin, matahari, bulan dan selainnya. Maka pada edisi kali ini kami akan memaparkan sedikit tentang bahaya  kesyirikan.

 

BAHAYA KESYIRIKAN

Di zaman ini, manusia semakin jauh dari ilmu agama. Hingga mereka tak mampu lagi membedakan antara tauhid dan kesyirikan. Mereka terjatuh dalam kesyirikan dalam keadaan tidak mengetahuinya. Padahal dengan kesyirikannya itu, ia akan mendapatkan bahaya dan ancaman yang begitu banyak diantaranya,

 

  1. Syirik Merupakan Dosa yang Terbesar.

Dosa merupakan beban yang akan dipikul oleh setiap manusia ketika menghadap kepada Allah -Azza Wa Jalla-. semakin banyak dosanya maka akan semakin berat beban yang akan dipertanggung jawabkan. Sedangkan kesyirikan merupakan dosa terbesar yang dilakukan manusia kepada Allah -Azza Wa Jalla-. Sebagaimana hadits Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- dari sahabat Abu Bakrah -Rhadiyallahu anhu- ia berkata,

“Saat kami di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau lalu bersabda: “Maukah aku ceritakan kepada kalian dosa besar yang paling besar?” (Beliau mengulangnya sebanyak tiga kali), yaitu berbuat syirik kepada Allah, mendurhakai kedua ibu bapak, dan bersaksi palsu atau kata-kata palsu” saat itu beliau sedang bersandar lalu duduk. Beliau terus mengulangi sabdanya sehingga kami berkata, ‘Semoga beliau berhenti’.  [HR. Muslim (126)].

Maka melakukan kesyirikan merupakan dosa yang terbesar melebihi dosa durhaka kepada orang tua.

 

  1. Allah Ta’ala Tidak Akan Mengampuni Dosa Syirik

Allah -Subhana wa Ta’ala- adalah Dzat Yang Maha Penyayang dan Maha Pemaaf kepada hamba-hamba-Nya. Selama mereka mau bertaubat dan kembali kepada-Nya ketika hidup di dunia maka Allah -Ta’ala- akan tetap membukakan pintu taubat dan mengampuninya  hingga batas waktu yang telah ditentukan.

Adapun ketika di Akhirat, maka segala dosa dan maksiat yang dilakukan oleh manusia akan mendapatkan ampunan jika Allah -Ta’ala- menghendaki. Namun berbeda dengan kesyirikan, Allah -Ta’ala- tidak akan mengampuni pelakunya jika ia meninggal dengan membawa dosa tersebut. Hal ini berdasarkan firman Allah -Azza Wa Jalla-,

إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An-Nisa: 48)

 

  1. Syirik Menghapuskan Seluruh Amalan.

Setiap orang pasti menghindari kerugian. Baik kerugian di dunia apalagi kerugian di akhirat. Akan tetapi kerugian yang paling mengerikan akan dialami oleh para pelaku kesyirikan. Sebab segala amal yang mereka telah lakukan, dihapuskan oleh kesyirikan mereka sendiri. Allah -Subhana wa Ta’ala- berfirman ketika mengancam Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- ,

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“dan Sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu berbuat syirik, niscaya akan terhapuslah amalanmu dan tentulah kamu Termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Az-Zumar: 65)

Jika Nabi yang termulia saja mendapatkan ancaman seperti ini, maka bagaimana lagi dengan orang selain beliau ?!?

 

  1. Pelaku Syirik Tidak Akan Masuk Surga dan Kekal di Dalam Neraka

Diantara hukuman yang paling menyakitkan bagi para pelaku kesyirikan adalah mereka diharamkan masuk ke dalam surga bahkan menjadi penghuni neraka selama-lamanya. Maka musibah mana lagi yang lebih besar dari ini ??? Allah -Azza Wa Jalla- berfirman,

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.”(QS. Al-Maidah: 72)

 

Setelah kita mengetahui akan bahaya kesyirikan, maka hendaknya kita melindungi diri dan keluarga darinya. Barangsiapa yang terjatuh ke dalam praktek kesyirikan maka hendaknya ia bertaubat dengan meninggalkannya dan memperbanyak istighfar. Sebab selama hayat masih dikandung badan, maka pintu taubat akan tetap terbuka sebagaimana sabda Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- ,

“Iblis berkata (bersumpah) kepada Robbnya, ‘Demi kemuliaanMu dan keagunganMu, aku senantiasa akan menyesatkan anak-anak Adam (manusia) selama ruh masih ada pada mereka.’ Maka Allah berfirman (bersumpah), ‘Demi kemuliaanKu dan keagunganKu, Aku senantiasa akan mengampuni mereka (manusia) selama mereka beristighfar mohon ampun kepadaKu’.” [HR. Ahmad, dishohihkan oleh Syaikh Al-AlbaniRahimahullah– dalam Ash-Shohihah (1/213)]

Semoga dengan pemaparan ringkas ini, dapat menambah ilmu kita agar dapat terhindar dari kesyirikan.

WASPADALAH DARI KESYIRIKAN

Komentar

Silahkan komentar atau bertanya

Ditag pada:                

Madrosah Sunnah

Belajar Islam Lebih Mudah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *