LGBT2Pembicaraan seputar LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) kembali menyeruak dalam berbagai media akhir-akhir ini. Sebuah penyakit yang menjijikkan yang melanggar batas fitrah manusia, berusaha dilegalkan dan dicarikan jalan supaya menjadi sesuatu yang sah dan diakui. Sejumlah orang-orang yang ingin tampil tenar berusaha membuat sensasi dengan memunculkan pembelaan-pembelaan kepada para “pesakitan LGBT” untuk melawan kecaman masyarakat terhadap penyakit LGBT. Orang-orang yang seperti itu tidak pantas untuk ditoleh ucapannya apalagi menjadi  standar patokan walaupun bertitel atau bersembunyi dibalik institusi yang bernama HAM. Sebab orang yang sehat akal dan fitrahnya tidak akan pernah mendukung perbuatan hina tersebut. Perilaku LGBT merupakan seburuk-buruk perbuatan di muka bumi bahkan hewan-hewanpun tidak akan melakukan perbuatan keji tersebut. Karena seanjing anjingnya anjing jantan tidak akan menggauli anjing jantan pula.

LGBT PENYAKIT MENULAR

Islam sangat mengecam perilaku LGBT sebab hal tersebut akan mengantar manusia ke dalam perangkap syahwat yang gila dan mengerikan. Apabila seseorang atau suatu kelompok telah terinveksi penyakit LGBT ini, maka ia akan mewabah dan menjalar kepada masyarakat yang lainnya.  Sebagaimana hal ini dipaparkan dengan jelas oleh Dr. Fidiansjah dalam diskusi di Indonesia Lawyer Club yang ditayangkan TV One, Selasa (16/2/2016), membedah fenomena LGBT yang terjadi di kalangan masyarakat. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini menyebutkan homoseksual dan transgender adalah masalah kejiwaan. Beliau lalu menyebutkan bahwa LGBT ini dapat menular kepada orang lain. Beliau berkata,

“(LGBT) bisa (menular). Tadi yang dikatakan, perilaku itu bisa menular. Penularannya bukan dalam konsep ada virus, ada kuman, bukan. Tapi yang disebut dengan teori perilaku, yaitu teori penularan dari konsep pembiasaan. Dia mengikuti satu pola, akan menjadi satu karakter, jadi kepribadian, jadi pembentuk kebiasaan, dan sebagainya, akhirnya menjadi penyakit. Menularnya dari konteks perubahan perilaku dan pembiasaan,”

Oleh karena itulah masyarakat menjadi resah dan gelisah dengan keberadaan para pelaku LGBT, disebabkan karena masyarakat ingin menjaga anak dan keluarga mereka serta bangsa yang dicintai dari penyakit menular dan berbahaya ini. Karena Ada satu pepatah di tengah masyarakat yang menyebutkan bahwa “sekali Anda melakukan sodomi atau disodomi, maka selamanya Anda menjadi gay (homoseksual)”. Perlindungan dan tindakan ini dilakukan oleh kaum muslimin sebagai pengamalan dari firman Allah -Ta’ala- ,

 “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;.” (QS. At-Tahrim: 6)

MARI BERFIKIR !

Pembaca yang budiman, seandainya para pelaku LGBT ini mau berfikir sedikit saja, atau menggunakan secuil dari akal sehatnya untuk merenungi tentang keberadaannya di muka bumi ini, niscaya akan menghilangkan kerancuan pemikiran mereka. Andaikan para orang tua mereka adalah pelaku LGBT juga, apakah mereka akan berada di dunia ini?

Allah -Ta’ala- telah menciptakan Hawa sebagai pasangan bagi Adam -‘Alaihi Salam-.supaya menghasilkan anak keturunan dan Allah -Ta’ala- pula telah menciptakan segala sesuatu  dengan pasangannya masing-masing sebagai bentuk kekuasaan Allah -Ta’ala- dalam mencipta. Allah -Subhana wa Ta’ala- berfirman,

وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

 “dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz-Dzariyat: 49)

Ibnu katsir –Rahimahullah– berkata dalam menafsirkan ayat di atas, “Setiap makhluk itu berpasang-pasangan. Ada matahari dan bumi. Ada malam dan ada siang. Ada matahari dan ada rembulan. Ada daratan dan ada lautan. Ada terang dan ada gelap. Ada iman dan ada kafir. Ada kematian dan ada kehidupan. Ada kesengsaraan dan ada kebahagiaan. Ada surga dan ada neraka. Sampai pada hewan pun terdapat demikian. Ada juga jin dan ada manusia. Ada laki-laki dan ada perempuan. Ada pula berpasang-pasangan pada tanaman. Oleh karena itu Allah menyatakan “supaya Kamu mengingat kebesaran Allah ”, yaitu supaya kalian mengetahui bahwa Pencipta itu semua hanya satu, Dia tidak bersekutu dalam hal itu.”[lihat Tafsir Qur’anul ‘Adzhim (7/424)]

Selamatkan mereka !

Pembaca yang budiman, gerakan LGBT harus dihentikan dan segera diobati. Sebab penderita LGBT itu bisa disembuhkan dan diberikan terapi agar bisa kembali normal. Sebagaimana hal tersebut dinyatakan oleh Dr. Fidiansjah dalam acara diskusi di ILC, beliau berkata,

“Orang kalau diterapi oleh maling, jadi maling pak. Kalau dikonseling koruptor, jadi koruptor. Karena itu konseling itu ada prosesnya,” sindir Dr. Fidiansjah. “Karena itu datanglah ke psikolog, kami punya empat pendekatan,” ungkapnya.

“Kalau ada aspek organda biologi, kita berikan obat. Kalau ada aspek psikologi kita ubah perilakunya. Kalau ada cara berpikir yang keliru kita ubah kognitifnya. Kalau ada perubahan lingkungan yang berpengaruh kita ubah modifikasi perilaku daripada sosial lingkugannya. Kalau ada pemahaman yang keliru dari spiritualitasnya, kita kembalikan kepada agamanya. Jadi empat hal ini harus holistik secara keseluruhan,” bebernya.

Namun apabila kita diamkan dan dibiarkan pelaku LGBT ini, maka mereka semakin sakit dan kerusakan akan merajalela. Sebab pelaku LGBT ini telah dicabut urat malu mereka. Para Homoseksual dan Lesbian tidak malu lagi berpelukan dan berciuman di tempat-tempat umum bahkan mereka memposting foto-foto bejat mereka diberbagai media di dunia maya untuk dilihat oleh seluruh kalangan. Pemandangan kotor seperti inilah yang telah diperlihatkan oleh kaum Nabi Luth -‘Alaihi Salam- di negeri Sodom. Mereka tidak merasa malu melakukan perbuatan keji (homoseksual) di majelis-majelis mereka dan di tempat-tempat umum . Allah -Ta’ala- mengisahkan hal tersebut dalam pengingkaran Nabi Luth kepada kaumnya,

 “Apakah Sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki (Homoseksual), menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu? Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Datangkanlah kepada Kami azab Allah, jika kamu Termasuk orang-orang yang benar”. Luth berdoa: “Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu”. (QS. Al-Ankabut: 29-30)

Homoseksual di kalangan kaum Nabi Luth sudah akut dan parah, sampai mereka menghadang manusia untuk hal itu dan melakukan homoseksual di majelis-majelis pertemuan mereka, sebagaimana yang dinyatakan oleh para ahli tafsir, diantaranya : Mujahid, Qotadah, dan Ibnu Zaid. [Lihat Jami’ Al-Bayan (20/30) oleh Al-Imam Ath-Thobariy].

Oleh karenanya, sebelum adzab turun kepada kita semua, marilah kita saling menjaga, saling menasehati dan saling mengingatkan akan bahaya LGBT. Sebab Allah -Ta’ala- telah berfirman,

 “dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. dan ketahuilah bahwa Allah Amat keras siksaan-Nya.” (QS.  Al-Anfaal: 25)

Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- juga memperingatkan kita,

” وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ , لَتَأْمُرُنَّ بِالمَعْرُوْفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنِ المُنْكَرِ , أَوْ لَيُوْشِكُنَّ اللهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَاباً مِنْهُ ثُمَّ تَدْعُوْنَهُ فَلاَ يُسْتَجَابُ لَكُمْ ”

” Demi Yang jiwaku ada di tangan-Nya, hendaklah engkau sungguh-sungguh menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah kemunkaran, atau Allah akan benar-benar mengirim kepada kalian siksa dari-Nya. Kemudian engkau berdoa kepada-Nya dan Ia tidak mengabulkannya ”. [HR. At-Tirmidzi (2169)]

Sumber: “Buletin Dakwah Madrosah Sunnah” ingin berlangganan ? hub: 0852-5597-4201

waspada LGBT

Komentar

Silahkan komentar atau bertanya

Ditag pada:                                

Madrosah Sunnah

Belajar Islam Lebih Mudah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *