Anak dan keluarga adalah anugrah dari Allah subhanahu wa ta’ala untuk menguji hamba-hamba-Nya siapa yang paling baik amalannya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلا

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shalih adalah lebih baik di sisi Rabbmu sebagai pahala dan sebaik harapan”. (QS. Al Kahfi: 46)

Ini adalah bantahan kepada orang-orang Musyrik yang berbangga-bangga dengan harta dan anak. Allah mengabarkan bahwa harta dan anak adalah perhiasan di dunia, dan tidak akan memberikan manfaat (Zadul Masir: 3/87)

Kecuali jika anak-anak tersebut kita didik untuk mengenal Allah, menjalankan perintahnya, dan meninggalkan larangannya.

Anak Sebagai Penyejuk Mata

Seorang yang bijak adalah orang yang menjaga semua anugrah Allah termasuk anak dan keluarga agar betul-betul menjadi penyejuk mata, perhiasan dunianya yang akan meramaikan kehidupannya dengan melihat mereka berakhlak karimah, beribadah, dan beriman kepada Allah dan RasulNya. Islam menganjurkan kita untuk menjaga anak dan keluarga kita agar selalu berada di jalan yang Allah ridhai. Menyelamatkan mereka dari kemurkaan Allah dan api neraka dengan cara mendidik dan membimbing mereka kepada keridhaan Allah.

Allah ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (QS. At Tahrim: 6)

Penjelasan Ulama Salaf

Para ulama terdahulu telah menafsirkan ayat di atas untuk mempejelas apa yang Allah -Subhanahu Wa Ta’ala- inginkan dari ayat tersebut. Diantaranya adalah penafsiran Ali Bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata,

“Maksudnya adalah ajarilah mereka adab dan ilmu”

Berkata Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu: “Ajarilah mereka untuk mentaati Allah dan takut melakukan maksiat kepada Allah, perintahkanlah keluarga kalian untuk berdzikir mengingat Allah, maka Allah akan menyelamatkan kalian dari api neraka.”

Berkata Qatadah rahimahullah: “Hendaklah seseorang memerintahkan keluarganya untuk mentaati Allah dan melarang mereka dari maksiat kepada Allah dan melaksanakan perintah Allah atas mereka dan memerintahkan mereka dengan perintah Allah tersebut serta membantu mereka untuk melaksanakannya. Apabila kau melihat mereka melakukan maksiat kepada Allah, maka halangilah dan peringatkanlah akan hal tersebut.

Ada hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi dari hadits Abdul Malik bin ar-Rabi’ dari bapaknya dari kakeknya berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,

مُرُوا الصَّبِيَّ بِالصَّلَاةِ إِذَا بَلَغَ سَبْعَ سِنِينَ وَإِذَا بَلَغَ عَشْرَ سِنِينَ فَاضْرِبُوهُ عَلَيْهَا

“Perintahkanlah anak kecil untuk melaksanakan shalat apabila sudah mencapai umur tujuh tahun, dan apabila sudah mencapai umur sepuluh tahun maka pukullah dia apabila tidak melaksanakannya”

Para ahli fikih mengatakan, “demikian pula memerintahkan mereka untuk berpuasa. Agar hal itu menjadi latihan baginya untuk melaksanakan ibadah agar nanti ketika mereka telah baligh, maka mereka akan bisa melakukan ibadah secara terus-menerus. Demikian pula ketaatan dan menjauhi maksiat serta meninggalkan kemungkaran.
Bahan Bakar Api Neraka

Kemudian Allah berfirman,

وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

“Dan bahan bakarnya adalah manusia dan batu”. Bahan bakar yang dimaksudkan di sini adalah kayunya yang dilemparkan ke dalamnya kemudian binasalah manusia. Dan batu-batu yang dimaksud dalam ayat ini ada yang mengatakan adalah patung-patung yang diibadahi berdasarkan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala,

إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنْتُمْ لَهَا وَارِدُونَ

“Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya” (QS. Al Anbiya: 98).
Abdullah Bin Mas’ud, Mujahid, Abu Jakfar Al baqir dan as Suddi mereka mengatakan bahwa yang dimaksud adalah batu yang dipanaskan.

Sifat Malaikat Penjaga Neraka

Dan firman Allah

عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Di dalam neraka ada malaikat-malaikat yang kasar lagi keras yang tidak bermaksiat kepada Allah terhadap apa yang Allah perintahkan” maksudnya mereka bertabiat kasar karena telah dicabut rasa kasih sayang dari hati-hati mereka terhadap orang-orang yang kafir kepada Allah. Dan keras maksudnya bahwa malaikat itu sangat keras. Apa saja yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala perintahkan kepada mereka, maka mereka bersegera untuk melakukannya dan tidak menundanya sedikitpun, walau sekejap mata. Mereka mampu melakukan apa saja yang Allah perintahkan dan mereka tidak merasa lemah untuk melakukannya. Mereka adalah para malaikat Zabaniah dan kita berlindung kepada Allah dari mereka. (At Taisir fii Ikhtishar Tafsir Ibni Katsir:1839)

Hikmah Dan Pelajaran

Apa yang telah kita jelaskan diatas memberi gambaran dan pelajaran kepada kita untuk menjaga anak-anak dan keluarga kita dari dasyatnya api neraka. Didik dan awasi mereka untuk semakin dekat dengan Allah, bukan malah kita dekatkan ia dengan gelimang dunia yang akan semakin menjauhkan mereka dari agamanya, menjauhkan mereka dari Allah dan sunnah Nabi-Nya. Ajari mereka untuk membaca al Qur’an dan memahaminya. Ajari mereka mengikuti sunnah nabinya dalam segala aspek amalannya. Ajari mereka sunnah dalam makan, sunnah dalam tidur, masuk kamar mandi, mengenakan pakaian, dan ajari mereka shalat sejak berumur 7 tahun agar anak-anak tersebut menjadi penyejuk mata bagi kedua orangtuanya.

Semoga kita bisa menjaga amanah Allah berupa anak dan keluarga untuk mengantarkan kita masuk ke dalam surga, dan bukan sebaliknya menjerumuskan kita kepada api nereka dan kemurkaan Allah -Subhanahu Wa Ta’ala- .

Sumber : Buletin Dakwah Madrosah Sunnah, edisi Januari Tahun II. Alamat redaksi : Jl. Bau Mangga, Panakkukang, Makassar Sul-sel. Pimpinan Redaksi : Ust. Bambang Abu Ubaidillah. Layout : Thuba Cre@tif. Sirkulasi : Ilham Al Atsary Website : www.madrosahsunnah.com

Untuk Berlangganan Hubungi : 085255974201 (pemesanan minimal 50 lembar, Harga Rp. 20.000)

LINDUNGI KELUARGAMU DARI API NERAKA

Komentar

Silahkan komentar atau bertanya

Madrosah Sunnah

Belajar Islam Lebih Mudah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *