Menjadi orang yang bertauhid merupakan kewajiban setiap anak manusia. Selama ia mentauhidkan Allah -Ta’ala-, ia akan mendapatkan kehidupan yang baik dan bahagia di dunia dan di akhirat. Namun jika ia menyekutukan Allah -Ta’ala- dengan makhluk-Nya dan melakukan kesyirikan dalam beribadah kepada-Nya, maka kecelakaan dan kebinasaan akan menimpanya di dunia dan di akhirat. Allah -Azza Wa Jalla- berfirman,

 

الَّذِينَ آَمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al An’am: 82).

Maka para pelaku kesyirikan akan mendapatkan kebalikan dari ayat di atas berupa rasa takut dan kesesatan dari jalan yang lurus. Edisi kali ini merupakan lanjutan dari pembahasan tentang keutamaan orang-orang yang bertauhid.

 

  1. Orang yang bertauhid kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dijamin masuk Surga.

Surga merupakan idaman setiap insan. Memasukinya merupakan harapan bagi orang-orang yang bertaqwa. Namun surga itu memiliki pintu yang terkunci dan kunci itu adalah tauhid. Maka barangsiapa yang menjaga tauhidnya kepada Allah -Ta’ala-; tidak beribadah melainkan hanya kepada Allah -Ta’ala- saja, maka ia telah menggenggam kunci surga. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Barangsiapa yang mati dan ia mengetahui bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Allah, maka ia masuk Surga.” [HR. Muslim (no. 26) dari Shahabat ‘Utsman Radhiyallahu anhu]

Dalam riwayat lain disebutkan

مَنْ مَاتَ لاَيُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Barangsiapa yang mati dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, ia masuk Surga.” [HR. Muslim (no. 93) dari Shahabat Jabir Radhiyallahu anhu]

 

  1. Orang yang bertauhid akan diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kemenangan, pertolongan, kejayaan dan kemuliaan.

Kemuliaan dan Pertolongan Allah -Ta’ala- merupakan nikmat yang sangat besar. Hal itu akan terwujud jika kita menolong agama Allah -Subhana wa Ta’ala- dengan menegakkan tauhid. Sehingga tidak ada yang disembah di muka bumi ini melainkan hanya Allah -Ta’ala- dan itulah makna dari kalimat tauhid لا إله إلا الله  .Allah Azza wa Jalla berfirman:

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” [Muhammad: 7]

 

Allah Azza wa Jalla juga berfirman:

“Dan Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shalih bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan mengubah (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap beribadah kepada-Ku dengan tidak mempersekutukan Aku dengan sesuatu apapun. Tetapi barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” [An-Nuur: 55]

Ayat ini menjelaskan tentang kejayaan dan kemenangan akan diraih dengan menegakkan tauhid dan menjauhi kesyirikan.

 

  1. Orang yang bertauhid kepada Allah Azza wa Jalla akan diberi kehidupan yang baik di dunia dan akhirat

Mencari kehidupan yang baik dan sejahtera merupakan mimpi setiap orang. Banyak manusia salah paham dalam mendefinisikan kehidupan yang baik dan bahagia. Kehidupan yang baik tidaklah dilihat dari harta yang berlimpah atau jabatan yang tinggi. Akan tetapi diukur dari nilai ketaqwaan seseorang kepada Allah -Ta’ala-. Allah Azza wa Jalla berfirman:

 

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” [An-Nahl: 97]

 

  1. Tauhid akan mencegah seorang muslim kekal di Neraka

Neraka merupakan salah satu makhluk yang Allah -Ta’ala- kekalkan keberadaannya. Allah -Azza Wa Jalla- telah menjadikan neraka sebagai tempat penyiksaan bagi orang-orang yang kafir dan pembangkang. Mereka dalam keadaan kekal yang tiada seorangpun mampu menolongnya.

Namun bagi orang yang memiliki tauhid di dalam dadanya, maka ia akan diselamatkan karenanya, walaupun tauhidnya hanyalah semisal biji sawi yang kecil. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Setelah penghuni Surga masuk ke Surga, dan penghuni Neraka masuk ke Neraka, maka setelah itu Allah Azza wa Jalla pun berfirman, ‘Keluarkan (dari Neraka) orang-orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi iman!’ Maka mereka pun dikeluarkan dari Neraka, hanya saja tubuh mereka sudah hitam legam (bagaikan arang). Lalu mereka dimasukkan ke sungai kehidupan, maka tubuh mereka tumbuh (berubah) sebagaimana tumbuhnya benih yang berada di pinggiran sungai. Tidakkah engkau perhatikan bahwa benih itu tumbuh berwarna kuning dan berlipat-lipat?” [HR. Al-Bukhari (22) dari Abu Sa’id al-Khudriy Radhiyallahu anhu.]

Semoga Allah -Azza Wa Jalla- menjauhkan kita dari segala bentuk kesyirikan dan meneguhkan kita di atas tauhid hingga ajal menjemput.

Keutamaan Tauhid

Komentar

Silahkan komentar atau bertanya

Ditag pada:                    

Madrosah Sunnah

Belajar Islam Lebih Mudah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *