Keimanan dan kekufuran akan senantiasa berperang selama tegaknya langit dan bumi. Iblis dan bala tentaranya senantiasa akan menabuh gederang perangnya hingga keimanan anak adam menjadi pupus bahkan hilang ditelan gelapnya maksiat.

Iblis yang lihai menipu akan membuat maksiat kepada Allah -Ta’ala- menjadi sesuatu yang indah di mata manusia. Membuat manusia terpedaya dengan hidup bergelimang dengan dosa dan kedurhakaan kepada Rabb-Nya. Sehingga mereka sengsara di Akhirat kelak, menjadi penghuni neraka Jahannam yang menyala-nyala. Sebagaimana firman Allah -Ta’ala-,

قَالَ اذْهَبْ فَمَنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ فَإِنَّ جَهَنَّمَ جَزَاؤُكُمْ جَزَاءً مَوْفُورًا (63) وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُمْ بِصَوْتِكَ وَأَجْلِبْ عَلَيْهِمْ بِخَيْلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكْهُمْ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ وَعِدْهُمْ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُورًا (64) إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ وَكَفَى بِرَبِّكَ وَكِيلًا

Allah berfirman: “Pergilah, Barangsiapa di antara mereka yang mengikuti kamu, Maka Sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup. dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka. Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. dan cukuplah Tuhan-mu sebagai Penjaga”. (QS. Al-Israa: 63-65)

Dalam ayat ini Allah memberi kesempatan kepada iblis untuk menyesatkan manusia dengan segala kemampuan yang ada padanya. tetapi segala tipu daya setan itu tidak akan mampu menghadapi orang-orang yang benar-benar beriman.

Maka berhati-hatilah dari berbuat maksiat dan durhaka kepada-Nya, sehingga Allah -Subhana wa Ta’ala- akan menimpakan hukuman dan siksaan-Nya. Dan ketahuilah! sesungguhnya Allah -Ta’ala- amat pedih siksa-Nya lagi buruk akibatnya. Oleh karenanya, Allah -Subhana wa Ta’ala- mewasiatkan kepada kita semua,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At-Tahrim: 6)

Maka peliharalah dirimu dan keluargamu dari pedihnya siksaan Allah -Ta’ala- dengan menjaga dan memupuk keimanan kita, mengajarkan keluarga kita dengan ilmu yang Allah -Ta’ala- turunkan kepada Rasul-Nya serta mendidik mereka dengan petunjuk-Nya. Jadikanlah Al-Qur’an sebagai pedoman hidupmu. Dan berpegang teguhlah kalian dengannya. Sebab sesungguhnya Al Qur’an itu cahaya di malam hari dan petunjuk di siang hari.

Jagalah iman yang Allah -Ta’ala- telah anugrahkan kepadamu dengan membentengi diri dengan ilmu dan amal. Sebelum datang suatu hari dimana iman seseorang tidak akan lagi bermanfaat. Hari yang membuat menyesal orang-orang kafir yang tidak beriman. Allah -Subhana wa Ta’ala- berfirman,

فَلَمَّا رَأَوْا بَأْسَنَا قَالُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَحْدَهُ وَكَفَرْنَا بِمَا كُنَّا بِهِ مُشْرِكِينَ (84) فَلَمْ يَكُ يَنْفَعُهُمْ إِيمَانُهُمْ لَمَّا رَأَوْا بَأْسَنَا سُنَّتَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ فِي عِبَادِهِ وَخَسِرَ هُنَالِكَ الْكَافِرُونَ

Maka tatkala mereka melihat azab Kami, mereka berkata: “Kami beriman hanya kepada Allah saja, dan Kami kafir kepada sembahan-sembahan yang telah Kami persekutukan dengan Allah”. Maka iman mereka tiada berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa kami. Itulah sunnah Allah yang telah Berlaku terhadap hamba-hamba-Nya. dan di waktu itu binasalah orang-orang kafir. (QS. Al-Ghofir: 84-85 )

Sesungguhnya iman itu tidak diperoleh hanya dengan berangan-angan, tidak pula dengan berhias secara fisik, akan tetapi iman adalah apa yang terukir dan tertanam di dalam hati. Dan bukti kejujuran iman itu adalah dengan mengerjakan berbagai ketaatan dan menjauhi berbagai maksiat. Setiap orang bisa saja mengaku sebagai seorang Muslim, bahkan lebih dari itu yaitu mengaku Mukmin. Akan tetapi kejujuran imannyalah yang akan menentukan bahagia atau celakanya ia. Sebagaimana tidak bermanfaatnya pengakuan keimanan orang-orang munafik kepada Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- . Allah -Subhana wa Ta’ala- berfirman,

إِذَا جَاءَكَ الْمُنَافِقُونَ قَالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَكَاذِبُونَ

Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: “Kami mengakui, bahwa Sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah”. dan Allah mengetahui bahwa Sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa Sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta. (QS. Al-Munafiqun: 1)

Dan Allah -Subhana wa Ta’ala- juga berfirman,

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ

Diantara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian,” padahal mereka itu Sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. (QS. Al-Baqarah: 8)

Maka keimanan bukanlah hanya sekedar pengakuan. Namun harus terlahir dari hati yang ikhlas dan diucapkan dengan lisan yang jujur  serta diamalkan oleh anggota badan sebagai bukti dari keimanan.

Sebab,

Iman adalah akidah yang kokoh sebelum segala sesuatu.

Iman itu membuahkan perkataan yang baik dan amal shaleh.

Iman juga menghasilkan kecintaan kepada Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya, serta ikhlas dalam mentauhidkan Allah Azza wa Jalla dan mengikuti Rasul-Nya.

Iman adalah kesungguhan, amalan, ketekunan, kesabaran, menahan dan mencegah diri dari sesuatu disukai maupun yang tidak disukai semata-mata karena Allah Azza wa Jalla .

Sumber : Buletin Dakwah Madrosah Sunnah, edisi April Tahun I. Alamat redaksi : Jl. Bau Mangga, Panakkukang, Makassar Sul-sel. Pimpinan Redaksi : Ust. Bambang Abu Ubaidillah. Layout : Thuba Cre@tif. Sirkulasi : Ilham Al Atsary Website : www.madrosahsunnah.com

Untuk Berlangganan Hubungi : 085255974201 (pemesanan minimal 50 lembar, Harga Rp. 20.000)

 

JANGAN TERLANTARKAN IMANMU

Komentar

Silahkan komentar atau bertanya

Ditag pada:                

Madrosah Sunnah

Belajar Islam Lebih Mudah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *