Segala permulaan pasti memiliki penghujung dan setiap perjalanan pasti memiliki tujuan. Tak terasa kita telah berada dipenghujung tahun 2016. Telah berlalu hari-hari yang menyenangkan dan menyedihkan dalam hidup ini. Aku tak tahu sampai dimana perjalananku nanti. Segala puji bagi Allah -Ta’ala- yang telah memanjangkan umurku hingga hari ini.

Sudah habis satu tahun lagi dari umurku tanpa aku sadari.  Umurku hanyalah bilangan tahun-tahun. Setiap kali kulipat salah satu lembaran kalender, semakin mendekatkan diriku ke liang kubur. Berapa banyak kekasih yang telah hilang dari kita dan berapa banyak mayat yang telah kita kebumikan. Banyak kejadian dan peristiwa yang terjadi dalam satu tahun ini, yang berlalu dan tidak akan kembali lagi. Tahun yang telah terburai ikatannya dan terputus hari-harinya.

Hasan Al Bashri rohimahullah ta’ala mengingatkan kita,

يَا ابْنَ آدَم، إنَّمَا أنْتَ أيَّامٌ !، فَإذَا ذَهَبَ يَوْمٌ ذَهَبَ بَعْضُكَ

Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.” (Hilyatul Awliya’, 2: 148)

Apa yang telah dikerjakan dalam tahun itu ? Waktu-waktu yang panjang kita habiskan tanpa faedah yang berarti. Musim-musim amal kebajikan berlalu tanpa ada yang diamalkan. Karenanya, sangat mengherankan bagi kebanyakan manusia yang begitu riang gembira dengan bergantinya tahun. Mereka mengisinya dengan hura-hura, dosa dan maksiat kepada Rabbnya akan tetapi mengharap kebaikan, keridhoan dan mengharap memberkahi kehidupan mereka di tahun yang akan datang. Mereka menjadikan agamanya sebagai permainan dan pemuas keinginannya. Allah subhanahu wa ta’ala telah memperingatkan kita semua,

الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَهْوًا وَلَعِبًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فَالْيَوْمَ نَنْسَاهُمْ كَمَا نَسُوا لِقَاءَ يَوْمِهِمْ هَذَا وَمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ

 “(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka.” Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan Pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat kami.” (QS. Al-A’raf: 51)

Mereka menyibukkan diri dengan perkara sia-sia bahkan haram. Mereka lupa kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan pura-pura lupa akan peringatan dan ancaman-ancaman-Nya. Sehingga Allah subhanahu wa ta’ala berpaling dari mereka dalam keadaan mereka tidak menyadari.

‘Arif Al Yamani rohimahullah ta’ala berkata,

إِنَّ مِنْ عَلَامَةِ إِعْرَاضِ اللَّهِ عَنِ الْعَبْدِ أَنْ يَشْغَلَهُ بِمَا لَا يَنْفَعُهُ

“Di antara tanda Allah berpaling dari seorang hamba, Allah menjadikannya sibuk dalam hal yang sia-sia.” (Hilyatul Awliya’, 10: 134).

Padahal para salafush sholih sangat bersedih jika waktunya berlalu tanpa amal sholih. Yang mereka terus pikirkan adalah ajal yang semakin dekat, namun amal sholih yang masih kurang.

Al Hasan Al Bashri rohimahullah ta’ala berkata,

لَمْ يَزَلِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ سَرِيعَيْنِ فِي نَقْصِ الْأَعْمَارِ، وَتَقْرِيبِ الْآجَالِ

“Malam dan siang akan terus berlalu dengan cepat dan umur pun berkurang, ajal (kematian) pun semakin dekat.” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2: 383).

Kita semua sadar bahwa kuburan adalah tempat tinggal kita nanti. Umur adalah modal dasar kita. Kita akan ditanya tentang apa yang telah digunakan dari umur kita dan apa yang telah dikerjakan dengannya. Wahai saudaraku, apakah engkau merasa aman ketika menuju pembaringanmu? Padahal boleh jadi itu adalah tidur terakhirmu di dunia. Engkau tidak bangun lagi setelahnya dan ketika bangun tahu-tahu engkau telah berada di dalam kubur.

Oleh karenanya, perhatikanlah matahari yang terbit dan tenggelam. Sudahkah kita merenungi hari yang kita telah lalui? Apa yang sudah kita persembahkan untuk kebaikan? Amat banyak manusia yang tidak memiliki perhatian  terhadap berlalunya waktu. Padahal nafasmu wahai anak Adam adalah sesuatu yang terhitung dan tercatat.

Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata,

مَا نَدِمْتُ عَلَى شَيْءٍ نَدَمِي عَلَى يَوْمٍ غَرَبَتْ شَمْسُهُ، نَقَصَ فِيْهِ أجَلِي، وَلَمْ يَزِد فِيْهِ عَمَلِي

Tiada yang pernah kusesali selain keadaan ketika matahari tenggelam, ajalku berkurang, namun amalanku tidak bertambah.

Sesungguhnya para salafus sholih adalah orang-orang yang paling banyak melakukan ibadah, ketaatan dan amal sholih. Namun ternyata mereka tidak begitu saja mengandalkan amal perbuatan mereka. Bahkan senantiasa merasa khawatir, jika apa yang mereka telah amalkan masih belum diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Sehingga terus-menerus merasa kurang dalam beramal dan tak henti-hentinya memohon ampunan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Oleh karenanya, Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan kita untuk menghitung-hitung diri kita sebelum dihisab di hari kiamat. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Hasyr: 18)

Besok (Akhirat) semua jiwa akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya. Semua orang akan menuai apa yang selama ini ditanamnya. Jika mereka berbuat baik, maka kebaikan itu akan kembali kepada mereka dan begitu pula sebaliknya.

Oleh karenanya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan kita agar mengintropeksi dan mawas diri dari segala perbuatan kita sebelum ditanya dan dimintai pertanggungjawaban kelak di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala pada hari kiamat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَا تَزُوْلُ قَدَمَا ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ.

“Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi RabbNya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya.” (HR. At-Tirmidzi (no.2416), dan Hadits ini telah dihasankan oleh Syaikh Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah (no. 946))

Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu anhu berkata,

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا، وَتَزَيَّنُوا لِلْعَرْضِ الأَكْبَرِ

“Koreksilah diri kalian sebelum kalian dihisab dan berhiaslah (dengan amal shalih) untuk pagelaran agung (pada hari kiamat kelak)[HR. At-Tirmidzi].

Kehidupan kita di dunia ini, akan sangat menentukan kehidupan kita di akhirat kelak. Untuk itu marilah kita perbanyak melakukan muhasabah (instrospeksi diri), karena sebaik-baik manusia adalah yang selalu mengevaluasi dengan bermuhasabah diri dalam setiap perbuatan yang telah ia lakukan sebelum semuanya menjadi terlambat dan kita menyesal dengan penyesalan yang sangat dalam.

أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ

 “Dan Apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.” (QS. Fathir: 38)

Sumber : Buletin Dakwah Madrosah Sunnah, edisi Januari Tahun I. Alamat redaksi : Jl. Bau Mangga, Panakkukang, Makassar Sul-sel. Pimpinan Redaksi : Ust. Bambang Abu Ubaidillah. Layout : Thuba Cre@tif. Sirkulasi : Ilham Al Atsary Website : www.madrosahsunnah.com

Untuk Berlangganan Hubungi : 085255974201 (pemesanan minimal 50 lembar, Harga Rp. 20.000)

HARI HARI YANG TAK AKAN KEMBALI

Komentar

Silahkan komentar atau bertanya

Ditag pada:                            

Madrosah Sunnah

Belajar Islam Lebih Mudah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *