BOLEH MEMUKUL ISTRI ?

Umar -radhiyallallahu ‘anhu-  mengatakan bahwa Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam-  bersabda,

 لاَ يُسْأَلُ الرَّجُلُ فِيْمَ ضَرَبَ امْرَأَتَهُ

‘”Seorang laki-laki tidak akan ditanya (tidak dituntut) mengapa ia memukul istrinya” (HR. Abu Daud dan lainnya)

Keterangan:

Sanad hadits ini dha’if. karena ada dua illat (cacat), yaitu:

Pertama, pada riwayat Imam Ahmad tersebut perawinya bernama Daud Al Audi, jika yang dimaksud adalah Daud bin Yazid Al Audi, maka ia orang yang tidak kuat dalam periwayatan hadits.

Sedangkan pada riwayat Abu Daud dan Ibnu Majah disebutkan Daud bin Abdullah Al Audi, jika yang dimaksud adalah perawi ini, maka ia adalah orang yang tsiqah.

Kedua, baik riwayat Abu Daud, Ibnu Majah, maupun Imam Ahmad, ada perawi lainnya yang bernama Abdurrahman Al Musla, ia tidak diketahui identitasnya (majhul), sebagaimana yang dikatakan Adz-Dzahabi dalam Al-Mizan.

Lihat kitab Irwaul Ghalil hadits no. 2034; Dha ‘if Sunan Abu Daud hadits no. 469; Dha ‘if Sunan Ibnu Majah hadits no. 431; Al Misykah hadits no. 3268; Dha’iful Jami’ hadits no. 6218; Bahjatun-Nazhirin hadits no. 68; Takhrij Riyadhush-Shalihin hadits no. 68.

Silsilah Hadits Lemah 1

Komentar

Silahkan komentar atau bertanya

Madrosah Sunnah

Belajar Islam Lebih Mudah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *