Jika kita melihat kenyataan kaum muslimin di hari ini, maka kita akan mendapati mereka berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Sebahagian mereka tidak mengenal lagi Rabb mereka dengan pengenalan yang baik.

Ketika dilayangkan kepada mereka pertanyaan tentang keberadaan Rabb mereka yaitu “Dimana Allah -Ta’ala- ?” maka kita akan menemukan jawaban yang berbeda-beda yang keluar dari lisan mereka. Ada yang menjawab, “Allah itu di hatiku”, “Allah dimana-mana”, “Allah tidak di langit dan tidak pula di Bumi” dan sebagainya.

Tentu hal ini tidak boleh disepelekan dan dipandang remeh. Sebab perkara ini merupakan perkara krusial yang segera diperbaiki. Sebab ia adalah dasar dalam agama islam yaitu mengenal Allah -Ta’ala- .

Sesungguhnya kewajiban seorang muslim dalam beriman kepada Allah -Ta’ala harus mencakup empat hal yang salah satunya adalah beriman tentang keberadaan Allah -Ta’ala-. Sebab mengimani keberadaan Allah -Ta’ala- merupakan fitrah manusia yang telah ditunjukkan oleh dalil akal, indrawi maupun dalil syar’i. karena keberadaan makhluk merupakan bukti adanya sang pencipta yaitu Allah -Ta’ala- . Allah -Ta’ala- berfirman,

أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُون

“Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?” (QS. Ath-Thur: 35)

Seorang Arab Badui pernah ditanya,”Dengan apakah engkau mengenal Tuhanmu?” maka ia menjawab,”Kotoran (Tahi) ini menunjukkan adanya unta dan jejak-jejak kaki ini menunjukkan adanya yang berlalu. Maka langit yang memiliki gugusan-gugusan bintang dan bumi yang memiliki hamparan yang luas dan juga lautan yang memiliki ombak dan gelombang, tidakkah itu semua telah menunjukkan adanya Dzat Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat? Begitulah tentunya.”

DIMANA ALLAH -TA’ALA- ?

Pembaca yang budiman, sesungguhnya keberadaan Allah -Ta’ala- telah dijelaskan dengan gamblang oleh Allah -Ta’ala- dan Rasul-Nya dalam Al-Qur’an dan Hadits-hadits Nabawiyah. Bahwa Allah -Ta’ala- berada di atas Arsy sedangkan Arsy itu berada di atas langit. Bahkan para ulama telah Ijma (bersepakat) dalam menetapkan keberadaan Allah -Ta’ala- di atas Arsy. Hal tersebut menjadi keyakinan mendasar setiap muslim yang apabila menyelisinya maka sungguh ia telah tersesat dalam kesesatan yang nyata.

Hal ini disebabkan karena begitu banyaknya nash dari Al-Qur’an yang menunjukkan hal tersebut. Seperti firman Allah -Ta’ala-,

الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى

“(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas `Arsy”. (QS. Thoha: 5)

Allah -Subhanahu wa Ta’ala- berfirman,

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas `Arsy”. (QS. Al A’raf: 54)

Adapun dalil dari hadits Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- adalah sabda Beliau,

لمَاَّ خَلَقَ اَللهُ الْخَلْقَ كَتَبَ فِيْ كِتَابِهِ فَهُوَ عِنْدَهُ فَوْقَ الْعَرْشِ إِنَّ رَحْمَتِيْ غَلَبَتْ غَضَبِيْ

“Ketika Allah -Subhanahu wa Ta’ala-  menciptakan makhluk-Nya, Allah -Subhanahu wa Ta’ala- menuliskan di dalam kitab-NYa (Lauh Mahfudz) yang ada di sisi-Nya diatas Arsy (singgasana) ‘Sesungguhnya rahmat Allah mendahului kemurkaan-Nya.” [HR. Al-Bukhary  dalam Shohih-nya (3022, 6969, dan 6986), dan Muslim dalam Shohih-nya (2751)]

Dari Abu Sa’id Al-Khudri Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

أَلاَ تَأْمَنُوْنَنِيْ وَأَنَا أَمِيْنُ  مَنْ فِيْ السَّمَاءِ يَأْتِيْنِيْ خَبَرُ السَّمَاءِ صَبَاحًا وَمَسَاءً

“Tidakkah kalian percaya kepadaku? Padahal aku adalah orang kepercayaan Dzat Yang ada di langit. Datang kepadaku berita dari langit di waktu pagi hari dan petang…”. [HR. Al-Bukhary dalam Shohih-nya (4094), Muslim dalam Shohih-nya (1064)]

 APA KATA PARA ULAMA?

Imam Abu Hanifah -Rahimahullah- berkata dalam Fiqhul Akbar, “Barangsiapa yang mengingkari keberadaan Allah -Ta’ala- di atas langit, maka ia kafir[Lihat Itsbatu Shifatul ‘Uluw, Ibnu Qudamah Al-Maqdisi (hal. 116-117), Darus Salafiyah, cetakan pertama 1406 H]

Imam Malik bin Anas -rahimahullah- berkata, “Allah berada di langit, sedang ilmu-Nya berada di mana-mana, tidak ada satu tempatpun yang kosong dari ilmu-Nya”. [ Lihat Syarah I’tiqod Ahlis Sunnah (3/401/673)]

Imam Asy-Syafi’I -Rahimahullah- berkata,”Sesungguhnya Allah -Ta’ala- berada di atas ‘Arsy-Nya yang berada di atas langit-Nya, namun walaupun begitu Allah -Ta’ala- pun dekat dengan makhluk-Nya sesuai yang Dia kehendaki. Allah -Ta’ala- turun ke langit dunia sesuai dengan kehendak-Nya[Lihat Itsbatul ‘Uluw (Hal. 123-124)]

Imam Ahmad bin Hambal -rahimahullah- pernah ditanya, “Allah -Azza wa Jalla- berada di atas langit yang ketujuh, di atas Arsy terpisah dari makhluk-Nya. kemampuan dan ilmu-Nya berada di mana-mana?” Beliau Jawab : “Ya, Dia berada di atas Arsy. Sedang tidak ada satu tempat pun yang kosong dari ilmu-Nya”. [Lihat Syarah I’tiqod Ahlis Sunnah (3/401-402/674)]

Masih banyak dalil semisal yang menjelaskan tentang keberadaan Allah -Ta’ala- yang apabila mau dihitung satu persatu dari Al-Qur’an, hadits dan Atsar para Salaf maka akan mencapai ribuan dalil.

Al-Hafizh Al-Baihaqy -rahimahullah- berkata dalam Al-I’tiqod (1/114), “Ayat-ayat itu merupakan dalil yang membatalkan pendapat orang Jahmiyyah yang menyatakan bahwa Dzat Allah -Subhanahu wa Ta’ala- berada dimana-mana”.

Semoga Allah -Ta’ala- memberikan kita Taufiq dan pemahaman yang lurus dalam mengenal Allah -Ta’ala-.

Sumber : Buletin Dakwah Madrosah Sunnah, edisi April Tahun I. Alamat redaksi : Jl. Bau Mangga, Panakkukang, Makassar Sul-sel. Pimpinan Redaksi : Ust. Bambang Abu Ubaidillah. Layout : Thuba Cre@tif. Sirkulasi : Ilham Al Atsary Website : www.madrosahsunnah.com

Untuk Berlangganan Hubungi : 085255974201 (pemesanan minimal 50 lembar, Harga Rp. 20.000)

DIMANA ALLAH TA’ALA ?

Komentar

Silahkan komentar atau bertanya

Ditag pada:        

Madrosah Sunnah

Belajar Islam Lebih Mudah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *