surga

Sebuah fenomena kekinian yang nampak di depan mata, ketika emansipasi wanita mulai menyeruak maka sebagian wanita mulai pasang acting dengan berbagai tingkah polah yang merupakan palanggaran dalam syari’at. Diantaranya adalah “keberaniaannya” terhadap suami sehingga muncul sebuah tren “suami-suami takut istri”. Lalu bagaimana Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  melihat kenyataan ini ?

Mari kita ikuti kajiannya.

Kedudukan Suami Terhadap Istri

Islam mendudukan seorang suami dalam kedudukan yang mulia. Sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لو كنتُ آمرًا أحدًا أن يسجُدَ لأحدٍ لأمرتُ المرأةَ أن تسجُدَ لزوجَها لما جعل اللهُ له علَيها من الحقِّ

Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, maka aku akan perintahkan para istri untuk sujud kepada suaminya, disebabkan karena Allah telah menetapkan hak bagi suami atas mereka (para istri). (HR Abu Dawud, Tirmidzi, ia berkata, “hadis hasan shahih.” Dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Baniy)

Sujud adalah bentuk ibadah yang tidak boleh diberikan kepada makhluk. Sehingga Nabi ‘alaihish shalatu wassalam tidak memerintahkan istri sujud kepada suaminya. Namun seandainya sujud kepada makhluk perkara yang dibolehkan, maka Nabi akan memerintahkan istri untuk sujud kepada suaminya sebagai bentuk ketaatan dan penghargaan kepada suami. Demikianlah kedudukan suami terhadap istrinya karena tanggungjawab suami terhadap istrinya yang begitu berat.

Taat adalah Surga dan Nerakamu

Surga atau neraka adalah sesuatu yang pasti akan didapatkan oleh setiap insan, laki-laki atau perempuan. Itu adalah akhir dari kehidupan kita di akhirat nanti. Seorang istri sangat tergantung dengan suaminya dalam ia meraih indahnya surga dan terhindar dari dasyatnya api neraka. Ketaatan istri kepada suaminya adalah surga bagi wanita. Betapa meruginya seorang wanita yang tidak bisa masuk kedalam surga dengan perantaraan ketaatannya kepada suami. Dan meruginya ia jika kedurhakaan dan ketidaktaatannya kepada suami menghantarkan ia kepada penderitaan dalam kobaran api neraka. Ini yang harus dicermati oleh setiap istri yang shalihah.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Husain bin Mihshan bahwa bibinya pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk suatu keperluan. Setelah selesai hajatnya, maka Nabi ‘alaihish shalatu wassalam  bertanya kepadanya: “Apakah anda mempunyai suami ? Wanita itu menjawab: Ya benar aku memiliki suami” Nabi bersabda: “Bagaimana sikapmu kepadanya ?. Ia menjawab: “Aku tidak pernah mengabaikannya, kecuali terhadap sesuatu yang aku tak mampu melakukannya” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “

فَانْظُرِيْ أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ فَإِنَّماَ هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ

“Camkan selalu akan posisimu terhadapnya, sesungguhnya suamimu adalah surga dan nerakamu” [Dishahihkan oleh Syeikh albaniy dalam Silsilah Shahihah: 6/220]

Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إذا صلَّتِ المرأةُ خَمْسَها وصامتْ شهرَها وحصَّنتْ فرْجَها وأطاعت بعلَها دخَلتْ مِن أيِّ أبوابِ الجنَّةِ شاءتْ

“Jika seorang wanita telah melaksanakan shalat lima waktu, melaksanakan puasa pada bulannya (Ramadhan), menjaga kehormatannya, dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.” (HR Ibnu Hibban dalam Shahihnya nomor 4163)

Suami adalah surga atau neraka bagi seorang istri. Keridha’an suami menjadi keridha’an Allah. Istri yang tidak diridhai suaminya karena tidak taat dikatakan sebagai wanita yang durhaka. Dan untuk masuk ke dalam surga, wanita hanya butuh menjaga shalat, puasa Ramadhan, menjaga kehormatannya, dan mentaati suaminya. Namun sebaliknya jika ia tidak mensyukuri suaminya, maka ia akan terseret ke dalam neraka. Suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أُرِيتُ النَّارَ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ يَكْفُرْنَ قِيلَ: أَيَكْفُرْنَ بِاللَّهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ العَشِيرَ وَيَكْفُرْنَ الإِحْسَانَ لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

“Diperlihatkan kepadaku neraka dan aku dapati kebanyakan penghuninya adalah para wanita yang ingkar. Rasul ‘alaihish shalatu wassalam ditanya: “Apakah mereka ingkar kepada Allah ? Nabi bersabda: “Mereka ingkar kepada suaminya dan ingkar kepada kebaikan suaminya. Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang mereka (istri-istrimu) selama satu tahun, kemudian wanita tersebut melihat satu kejelekan darimu, maka ia akan berkata: “Aku tak pernah melihat engkau berbuat baik sedikitpun” [HR. Bukhari nomor 1052, Muslim nomor 907].

Kalau kita melihat fenomena istri yang seperti ini tentu tidak sedikit. Banyak dari mereka yang tidak bisa mensyukuri pemberian suami dan kebaikan suaminya kepadanya. Tentu sangat disayangkan kalau ini menjadi sebab masuknya mereka ke dalam neraka yang berkobar. Karenanya hendaklah seorang istri bisa memperhatikan tindak tanduknya kepada suami.

Keluar Rumah Tanpa Izin Suami

Seorang istri juga tidak boleh keluar rumah kecuali dengan izin suami. Karena rumah adalah benteng bagi wanita. Jika ia keluar dari bentengnya, maka akan banyak musuh yang mengintainya. Sebagaimana firman Allah,

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

Dan tinggal-lah kalian (para wanita) di rumah-rumah kalian dan jangan berhias seperti orang-orang Jahiliyah terdahulu(QS. Al Ahzab: 33)

Ibnu Katsir berkata, “Ayat ini menunjukkan bahwa wanita tidak diperkenankan keluar rumah kecuali untuk sebuah keperluan” (Tafsir Al Quran Al Adzim 6/409).

Jadi wanita boleh saja keluar dari rumahnya dengan seizin suaminya dan dalam rangka memenuhi keperluannya yang syar’i.

Sebenarnya masih banyak perkara yang bisa kita angkat sebagai contoh kedudukan suami dan pelanggaran sang istri, namun tentu kolom ini tidak mencukupi untuk itu.

Semoga risalah ringkas ini menjadi jalan bagi para istri untuk mentaati suaminya dan meraih surga di akhir nanti. Amin.

 

Dia Adalah Surga dan Nerakamu

Komentar

Silahkan komentar atau bertanya

Madrosah Sunnah

Belajar Islam Lebih Mudah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *