Sesungguhnya nikmat yang paling besar yang Allah  turunkan kepada kita dan manusia seluruhnya adalah diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam .Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Rasul yang agung yang Allah utus untuk menyempurnakan akhlak manusia dengan memurnikan tauhid kepada Allah –subhanahu wa ta’ala– . Beliau adalah Nabi dan Rasul terakhir yang datang untuk menyempurnakan syariat para Nabi dan Rasul terdahulu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  amat sangat mencintai kita sebagai umatnya. Beliau menyayangi kita, menginginkan keimanan dan keselamatan kita di dunia dan akhirat. Begitu besarnya cinta Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam kepada umatnya, hingga beliau rela mengorbankan dirinya demi kebahagiaan umatnya. Bahkan sebelum meninggal, beliau selalu teringat akan umatnya, dan terus menyebut ‘umatku.. umatku..’ Karena beliau menginginkan keselamatan untuk semua umatnya. Beliau sangat sedih jika mendapati orang-orang tidak beriman dan tidak taat kepadanya. Allah berfirman mengisahkan kesedihan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ,

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS At-Taubah: 128)

Kita mencintai Rasulullah Karena beliau yang mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya. Dari kebodohan kepada ilmu Melalui Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, Allah subhanahu wa ta’ala menyempurnakan agama Islam yang akan mengantarkan manusia kepada keselamtan di dunia dan di akhirat. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam telah menjelaskan dan mengajarkan kepada manusia
semua perkara yang dapat mendekatkan kita kepada Surga Dan telah memperingatkan kepada kita semua perkara yang dapat membinasakan manusia di dalam Neraka!

Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam – bersabda,

إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِىٌّ قَبْلِى إِلاَّ كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ وَيُنْذِرَهُمْ شَرَّ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ

“Sungguh tidak ada satu pun Nabi sebelumku, kecuali wajib atasnya untuk menunjukkan kebaikan yang ia ketahui bagi umatnya, dan mengingatkan kejelekan yang ia ketahui bagi mereka.” [HR. Muslim (no. 1844)]

Pembaca yang budiman, kewajiban kita sebagai seorang muslim adalah mencintai Rasulullah, yang ia bagian cinta kita kepada Allah. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman di dalam Al-Qur’an,

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscayaAllah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang..”(QS Al-Imran [3] : 31)

Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada kita untuk taat dan mengikuti Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan apa yang beliau ajarkan, sebagai bukti cinta kita kepada Allah –subhanahu wa ta’ala-. Bahkan Rasulullah harus lebih kita cintai daripada diri kita sendiri. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, yang artinya:

“Demi Dzat yang jiwaku ada ditangan-Nya, tidak akan sempurna iman salah seorang dari kalian sampai aku lebih dicintai dibanding anaknya, dibanding ayahnya dan seluruh manusia.” (HR Bukhari)

Keutamaan Mencintai Rasul

Mencintai rasul memiliki keutamaan yang sangat besar. Karena seseorang akan dikumpulkan pada hari kiamat bersama orang-orang yang ia cintai.

Anas bin Malik  mengisahkan:“Seorang penduduk badui menjumpai Rasulullah dan bertanya :”Wahai Rasulullah! Kapan hari Kiamat akan terjadi?” Beliau menjawab,” Apa yang telah engkau persiapkan untuknya?” Ia menjawab,” Aku tidak memiliki persiapan, kecuali aku mencintai Allah dan RasulNya,” maka Rasulullah bersabda,”Sungguh, engkau bersama orang-orang yang engkau cintai,”lalu Kami berkata: ”Demikian juga kami?” Beliau menjawab,”Ya.” Maka kamipun pada hari itu sangat berbahagia. (HR Bukhari Muslim)

Lalu Anas berkata: “Sungguh aku mencintai Allah, Rasulnya, Abu Bakar Dan Umar, lalu aku berharap bisa bersama mereka, walaupun aku belum beramal dengan amalan mereka”. (HR Muslim)

Cara Mencintai Rasulullah

Sebagai seorang Muslim, hendaknya kita bersyukur atas nikmat Allah -Ta’ala- yang besar ini, dengan menunaikan apa-apa yang menjadi hak-hak Rasulullah  dengan benar. Tidak berlebihan dan tidak mengabaikan hak-hak beliau.

Tidak berlebihan, yaitu kita tidak bersikap seperti orang-orang yang menjadikan Rasulullah  sebagai tempat bergantung, bersandar atau mengabulkan permintaan, karena itu hanya merupakan hak Allah -Ta’ala-.

Tidak mengabaikannya, yaitu tidak bersikap seperti orang-orang yang mengabaikan hak-hak Rasulullah  dan menempatkan beliau seperti manusia biasa yang tidak perlu untuk diindahkan perkataannya. Kita berlindung kepada Allah dari perbuatan seperti itu.

Sikap kita sebagai seorang Muslim dalam menunaikan hak-hak
Rasulullah  sebagai bukti cinta kita kepada beliau, adalah sebagai
berikut:

  1. Mentaati perintah dan larangannya. Sebagai seorang Muslim, kita wajib mentaati perintah dan larangan Rasulullah , karena Allah berfirman di dalam Al-Qur’an:

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.”(QS Al-Hasyr [59] : 7)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam   juga bersabda: “Setiap umatku akan masuk surga, kecuali yang enggan.” Sahabat bertanya, “Siapakah orang yang enggan?” Rasulullah  bersabda,“Barangsiapa yang menaatiku, maka akan masuk surga. Dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka dialah yang termasuk enggan (masuk surga).” (HR. Bukhârî dan Muslim).

  1. Mencintai dan membela sunnah-sunnahnya. Bukti cinta kita kepada Rasulullah adalah dengan bersemangat melaksanakan dan membela sunnah-sunnah beliau dengan cara-cara yang benar, serta mencukupkan diri terhadap apa yang beliau ajarkan, atau tidak mengada-adakan sesuatu yang memang tidak diperintahkan Nabi.

Contohnya, bagi kaum laki-laki mengikuti Sunnah Rasulullah  dengan mengenakan celana panjang tidak melewati batas mata kaki atau tidak isbal. Itu adalah sunnah yang diperintahkan Nabi yang wajib ditaati oleh kaum laki-laki. Kita tidak boleh mentertawainya seperti yang dilakukan sebagian orang dengan meledek seperti ’celana kebanjiran’ dan lain-lain. Hal ini tidak pantas kita lakukan karena itu berarti kita telah menghina sunnah Rasulullah.

  1. Mencintai Keluarganya dan Para Sahabatnya. Keluarga dan sahabat-sahabat Nabi memiliki kedudukan yang tinggi dan keutamaan yang besar. Mereka adalah para pendamping Rasulullah dalam memperjuangkan agama yang mulia ini, sehingga kita semua wajib mencintai mereka karena itu bagian dari keimanan. Mencintai mereka berarti mencintai Nabi , dan membenci mereka sama saja membenci Nabi.
  2. Mendahulukan Perkataanya dan Beradab dengannya.
    Semua perkataan dan pendapat bisa diterima dan ditolak kecuali
    sabda Rasulullah .

Para sahabat menyadari, betapa agungnya dan mulianya Rasulullah, sehingga ketika mereka menghadapi persoalan meraka langsung bertanya kepada Rasulullah . Sepeninggal Rasululah , maka diantara cara untuk mengagungkan dan memuliakannya adalah dengan mengembalikan semua urusan agama kepada Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  yang shahih serta tidak meninggalkannya hanya karena alasan mengikuti pemimpin, kyai atau orang-orang tertentu. Karena Allah  berfirman di dalam Al-Qur’an:

يا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya, dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Hujurât: 1).

Oleh karenanya, marilah kita selalu berusaha untuk menjadi muslim yang benar-benar cintanya kepada Nabi Muhammad  shallallahu ‘alaihi wasallam dengan berusaha mengikuti sunnah-sunnahnya, menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya.

Sumber : Buletin Dakwah Madrosah Sunnah, edisi Januari Tahun I. Alamat redaksi : Jl. Bau Mangga, Panakkukang, Makassar Sul-sel. Pimpinan Redaksi : Ust. Bambang Abu Ubaidillah. Layout : Thuba Cre@tif. Sirkulasi : Ilham Al Atsary Website : www.madrosahsunnah.com

Untuk Berlangganan Hubungi : 085255974201 (pemesanan minimal 50 lembar, Harga Rp. 20.000)

CINTA RASUL

Komentar

Silahkan komentar atau bertanya

Ditag pada:                            

Madrosah Sunnah

Belajar Islam Lebih Mudah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *